Tampilkan postingan dengan label Kamu Juga Bisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kamu Juga Bisa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Desember 2013

Berkarya untuk Orang Lain


Siapa yang tahu Rumah Sakit Dr. Sardjito? Apakah teman-teman ada yang belum tahu? Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito adalah rumah sakit umum terbesar di Yogyakarta yang dikelola oleh pemerintah. Apakah teman-teman sudah tahu dari mana asal nama RSUP Dr. Sardjito, ayo siapa yang tahu? Tidak lain tidak bukan, nama RSUP Dr. Sardjito dipakai untuk mengenang jasa-jasa Prof. Dr. dr. M. Sardjito, M.D., M.P.H. Wah, gelarnya banyak ya! Untuk singkatnya, kita sebut saja dr. Sardjito. Nah, siapakah  dr. Sardjito itu? Yuk, kita cari tahu.
dr. Sardjito lahir pada 13 Agustus 1889 di Desa Purwodadi, Kecamatan Barat, Kawedanan Magetan, Wilayah Karesidenan Madiun, Jawa Timur. Anak pertama dari lima bersaudara ini memiliki ayah yang berprofesi sebagai guru. Selama hidupnya, dr. Sardjito dikenal sebagai dokter yang sederhana, bijaksana, namun cerdas. Sebagai dokter, beliau melayani pasien dengan tulus ikhlas, berhati lembut, dan dengan penuh hormat.

Selasa, 26 November 2013

Belajar dari BePe alias Bambang Pamungkas

Hai, Bulcan mau tanya, siapa yang suka bermain sepak bola? Siapa yang suka menonton pertandingan sepak bola? Siapa yang suka dua-duanya? Siapa yang tidak suka dua-duanya?

Nah, kali ini Bulcan mau mengajak teman-teman untuk mengenal dan belajar banyak hal dari salah satu pemain sepak bola nasional yang sangat terkenal? Dia sering dipanggil Bepe dan merupakan salah satu striker (pemain bagian depan) terbaik di timnas (Tim Sepak Bola Nasional). Hayo siapa yang tahu?
Benar sekali, dia adalah Bambang Pamungkas. Bagaimana awal mula ia suka sepak bola dan bagaimana ia bisa sukses, ya? Apa sih rahasia Bepe? Yuk, kita cari tahu bersama-sama.

Awalnya ternyata Bepe tidak punya keinginan sama sekali untuk menjadi pemain sepak bola. Mimpi Bepe saat itu adalah menjadi guru atau juru masak. Pada ulang tahunnya yang kedelapan, ayah Bepe memberinya sepasang sepatu bola. Nah, sejak saat itu Bepe ingin menjadi pesepak bola.

Hayo apa cita-cita kamu sekarang? Ayah Bepe ternyata adalah pelatih sepak bola, dan ia suka menularkan ilmunya kepada Bepe. Bakat Bepe dalam bermain sepak bola sudah terlihat sejak usia Sekolah Dasar, lho. Wah, seperti usia kalian saat ini ya. Nah, karena kegigihannya berlatih dengan rajin, ia pun menjadi pemain yang sangat tangguh di garis depan tim sepak bola nasional . Ia juga peraih topskor (pencetak gol) tertinggi dalam sejarah sepak bola Indonesia. Wah hebat! Berarti hal yang patut diteladani dari Bambang Pamungkas adalah kegigihannya untuk terus, terus, dan terus berlatih sampai berhasil.

Rabu, 06 November 2013

Pak Hoegeng dan Pak Royadin yang Jujur

      Menurut kalian, sifat-sifat baik apa yang mesti kalian miliki? Yuk kita sebut satu-satu: adil, jujur, tegas, rendah hati, sederhana. Apa lagi? Jika, kita memiliki sifat-sifat yang baik, banyak orang di sekitar kita yang akan merasakan manfaatnya. Dan hidup kita sendiri pun jadi lebih tenang. Kenapa bisa begitu? Misalnya saja, jika kita berbohong, apakah kamu merasa tenang? Pasti terselip rasa takut bukan? Bandingkan jika kita orangnya jujur. Banyak orang yang percaya kepada kita. Kepercayaan dari orang lain itu mahal harganya lo. Selain itu, sifat-sifat baik yang kita miliki itu bisa menjadi teladan bagi banyak orang. 
Pak Hoegeng dalam seragam dinasnya
    Kisah orang yang jujur kadang-kadang tak habis dimakan waktu. Meskipun orangnya sudah tiada, namanya masih sering dikenang. Misalnya saja Pak Hoegeng. Pernahkah kalian mendengar namanya? Mungkin ada yang pernah mendengar, mungkin juga belum. Pak Hoegeng ini nama lengkapnya Hoegeng Iman Santoso, beliau adalah Kapolri di tahun 1968-1971. Ia juga pernah menjadi Kepala Imigrasi (1960), dan juga pernah menjadi menteri di jajaran kabinet zaman Soekarno. Di zaman sekarang, orang sering mengatakan demikian: Polisi yang jujur adalah polisi tidur, patung polisi, dan Pak Hoegeng. Kejujuran Pak Hoegeng memang tak tertandingi. Sebagai seorang Kapolri, kalian mungkin menyangka bahwa hidup beliau berlimpah materi. Tetapi tidak demikian. Beliau baru memiliki rumah sendiri ketika memasuki masa pensiun. Ketika masih punya jabatan, beliau pernah mendapat fasilitas rumah dinas. Waktu itu, rumah tersebut ternyata sudah diisi dengan barang-barang mewah. Pak Hoegeng menganggap bahwa hal itu tidak semestinya. Lagi pula, ia tidak tahu dari mana asal barang-barang mewah tersebut. Karena itu, Pak Hoegeng bersikeras tetap tidak mau menempati rumah tersebut sebelum barang-barang mewah tersebut dikeluarkan.